Besaran Pokok dan Satuan




1. Besaran Pokok
Besaran dalam fisika dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang satuannya didefinisikan atau ditetapkan terlebih dahulu, yang berdiri sendiri, dan tidak tergantung pada besaran lain. Ada tujuh macam besaran pokok
Besaran Pokok dan Satuan
2. Besaran Turunan
Besaran turunan adalah besaran yang dapat diturunkan dari besaran pokok. Demikian pula satuan besaran turunan adalah satuan yang dapat diturunkan dari satuan besaran pokok. Misalnya, satuan luas dari suatu daerah empat persegi panjang. Luas daerah empat persegi panjang adalah panjang kali lebar. Jadi satuan luas adalah satuan panjang dikalikan satuan lebar atau satuan panjang dipangkatkan dua, (m²). Satuan volume suatu balok adalah satuan panjang dikalikan satuan lebar dikalikan satuan tinggi atau satuan panjang dipangkatkan tiga (m³). Satuan kecepatan adalah satuan panjang dibagi satuan waktu, m/s
Besaran Pokok dan Satuan


Refrensi 

Karyono, dkk Fisika Untuk SMA dan MA



Read More 0 komentar


Unsur Dalam Berita : 5W+1H



Dalam membuat berita, sebuah berita  menjawab enam buah (unsur berita) terlebih dahulu yaitu :
5W+1H ?? Apakah rumusan 5W+1H itu? 
5W adalah What, Who, When, Where, dan Why. 
Sedangkan 1H adalah How


1. W1 = What

ni adalah untuk menanyakan tentang apa yang akan kita tulis, tema apa yang akan diangkat dalam berita, atau hal apa yang akan dibahas dalam berita tersebut.

2. W2 = Who

adalah siapa tokoh yang menjadi tokoh utama di WHAT. unsur siapa selalu menarik perhatian pembaca, apalagi manusia yang menjadi objek berita itu adalah seorang yang aktif di bidangnya.
Unsur SIAPA ini harus dijelaskan dengan menunjukkan cirri-cirinya seperti nama, umur, pekerjaan, alamat serta atribut lainnya berupa gelar (bangsawan, suku, pendidikan) pangkat/jabatan.

3.  W3 = When

unsur ini adalah menanyakan kapan peristiwa itu terjadi. jadi dalam sebuah berita tentunya akan menyebutkan kapan waktu peristiwa itu terjadi. misal
“peristiwa pengeroyokan seorang mahasiswa itu terjadi pada hari kamis siang sekitar pukul 13.00 waktu setempat”

4. W4 = Where

unsur ini menanyakan lokasi kejadian peristiwa (dimana) atau tempat berlangsungnya peristiwa tersebut. contohnya
“aksi pengeroyokan tersebut berlangsung tidak jauh dari kampus korban”

5. W5 = Why

why atau kenapa peristiwa itu terjadi. ini menanyakan alasan mengapa peristiwa itu bisa terjadi. disini penulis di tuntut untuk menguraikan penyebab terjadinya peristiwa. contoh
“menurut pengakuan pelaku, korban dikeroyok karena telah menghina pelaku dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan kepada pelaku”

6. H = How

pertanyaan How / bagaimana ini menggambarkan suasana dan proses peristiwa terjadi.


Read More 0 komentar


Perkembangan Pandangan Geografi




Pandangan geografi dibedakan menjadi 5 kelompok, yaitu pandangan geografi klasik, pandangan geografi modern (abad ke-18), pandangan geografi akhir abad ke-19, pandangan geografi abad ke 20, dan pandangan geografi mutakhir.

  1. Pandangan Geografi Klasik
Pada zaman Yunani kuno pengetahuan tentang bumi sangat dipengaruhi oleh mitologi. Akan tetapi, sejak abad ke-6 SM pengaruh mitologi terus berkurang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan tentang bumi mulai didasarkan pada ilmu alam, ilmu pasti, dan logika.
Tokoh pandangan ini adalah Claudius Ptolomeus. Claudius Ptolomaeus dalam bukunya berjudul “Geographike Unphegesis” (pertengan abad ke-2) menjelaskan bahwa geografi adalah suatu bentuk penyajian dengan peta terhadap kenampakan umum sebagian permukaan bumi.

  1. Pandangan Geografi Modern (Abad Ke-18)

Pandangan geografi modern menitikberatkan pada persebaran fenomena dan asosiasi dalam ruang. Tokoh pandangan ini adalah Immanuel Kant (1724-1804). Menurut Kant, geografi merupakan disiplin ilmiah yang objek studinya adalah benda-benda atau gejala-gejala yang keberadaannya tersebar dalam ruang.




  1. Pandangan Geografi Akhir Abad Ke-19
Pandangan geografi akhir abad ke-19 menitik beratkan pada bentang alam dalam hubungannya dengan iklim dan kehidupan. Tokoh pandangan ini adalah Friedrich Ratzel (1844-1904). Ratzel mempelajari pengaruh lingkungan fisik terhadap kehidupan manusia. Menurutnya alam sangat menentukan kehidupan manusia


  1. Pandangan Geografi Abad Ke-20
Pandangan Geografi pada abad ke-20 menitik beratkan pada bidang social budaya. Tokoh pandangan ini adalah Vidal de la Blache (1854-1918) yang mengemukakan konsep geografi kewilayahan. Ia berpendapat bahwa dalam kajian geografi harus menyatukan factor manusia dan factor fisik.
Menurut Vidal de la Blache, kehidupan manusia tidak dipengaruhi oleh alam, tetapi justru manusia dapat memengaruhi alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.


  1. Pandangan Geografi Mutakhir
Pandangan geografi mutakhir bersifat tematik. Pada masa ini telah menggunakan metode statistik dan computer untuk menganalisis dan menyimpan data.
Tokoh pandangan ini adalah E.A. Wrigley (1965). Menurut Wrigley semua metode analisis dapat digunakan dalam kajian geografi.


Refrensi


Buku Geography (Yudhistira Year X)


Read More 2 komentar


Model dan Teori Atom Modern



Model dan Teori Atom Modern. Ketidak mampuan teori atom Bohr  menerangkan model atom selain atom hidrogen dan gejala atom dalam medan magnet disempurnakan pada tahun 1924 oleh ahli fisika Prancis, Louis de Broglie. Menurut Broglie, selain bersifat partikel, elektron dapat bersifat gelombang, sendangkan Neils Bohr berpendapat bahwa elektron adalah partikel. Pendapan de Broglie yang dikembangkan oleh Edwin Schrodinger dan Werner Heisenberg melahirkan teori atom modern yang dikenal dengan teori mekanika kuantum. Prinsip dasar teori tersebut adalah gerakan elektron dalam mengelilingi inti bersifat seperti gelombang. Teori mekanika kuantum digunakan untuk menjelaskan sifat atom dan molekul.

Berdasarkan teori mekanika kuantum, keberadaan elektron dalam lintasan tidak dapat ditentukan dengan pasti, yang dapat diketahui hanya daerah kebolehjadian ditemukan elektron. Teori tersebut dikemukakan oleh ahli fisika Jerman, Werner Heinsenberg yang dinamakan prinsip ketidakpastian Heinsenberg.

Persamaan gelombang de Broglie dan prinsip ketidakpastian Heisenberg dijadikan dasar oleh Erwin Schrodinger saat merumuskan persamaan Schrodinger. Persamaannya adalah sebagai berikut :
Menurut Heisenberg, elektron yang bergerak menimbulkan perubahan dalam posisi dan momentum setiap saat sehingga posisi dan kecepatan elektron yang sedang bergerak secara bersama-sama tidak dapat diukut dan dilakukan secara tepat.
Refrensi 



Buku Chemistry (Yudhistira Year X)


Read More 0 komentar


Model dan Teori Atom Bohr



Model dan Teori Atom Bohr. Pada tahun 1913, Niels Bohr menyempurnakan teori Rutherford dengan menerapkan teori kuantum Planck dan Einstein. Menurut Bohr, gerakan yang dijelaskan pada gambar berikut :

(a)
Tingkat energi yang dilintasi elektron
 sesuai teori Planck dan Einstein


(b)
(b)Persamaan yang menyatakan hubungan momentum sudut dengan tingkat energi (n), semakin besar tingkat energi, maka momentum sudutnya makin besar.


Amati gambar diatas. Tiap tingkatan enegi akan diisi oleh sejumlah elektron tertentu. Menurut Bohr, jumlah elektron maksimal setiap tingkat adalah 2n². Misal, pada tingkat energi 1, jumlah elektron maksimalnya adalah 2 x 1² = 2 elektron. Jumlah elektron maksimal pada tingkat 2 adalah 2 x 2² = 8 elektron, dan seterusnya.

Huruf K, L, M, dan seterusnya menyatakan lintasan atau orbit elektron pada setiap tingkat. Tingkat 1 (n = 1) disebut orbit K, n = 2 disebut L, dan seterusnya. Elektron yang jatuh dari tingkat energi rendah ke tinggi akan menyebabkan eksitasi elektron sehingga menyebabkan penyerapan energi yang menghasilkan warna-warni tertentu yang sangat indah.

Secara ringkat teori yang dikemukan Neils Bohr (teori atom Bohr) dapat dipahami sebagai berikut :

a. Elektron mengelilingi inti atom pada tingkat-tingkat energi (kulit) tertentu
b. Elektron dapat berpindah dari tingkat energi satu ke tingkat energi lain.
  1. Apabila dari tingkat energi rendah ke tinggi, disebut eksitasi. Hal itu dicapai dengan cara menyerap energi.
  2. Apabila dari tingkat energi tinggi ke rendah, disebut deeksitasi. Hal itu dicapai dengan cara pemancaran energi.
Dalam model atomnya, Bohr mengibaratkan pergerakan elektron mengelilingi inti atom seperti pergerakan planet mengelilingi matahari. Akan tetapi, teori atom Bohr memiliki kelemahan yaitu tidak dapat menerangkan spektrum atom yang lebih rumit (nomor atom lebih dari 1) dan tidak dapat menjelaskan adanya modifikasi pengaruh medan magnet dalam atom H.

Refrensi 


Buku Chemistry (Yudhistira Year X)


Read More 0 komentar


Penemuan Neutron oleh Chadwick



Penemuan Neutron oleh Chadwick. Percobaan Rutherford yang berhasil menemukan proton dan inti atom masih menyimpan misteri. Jika atom tersusun atas proton dan elektron, jumlah massa proton dan elektron seharusnya sama dengan massa atom. Namun, fakta saat itu justru memberikan informasi bahwa jumlah massa proton dan elektron lebih kecil dari massa atom.

Para ilmuan menduga dalam inti atom masih terdapat partikel dengan muatan netral dan beratnya merupakan selisih antara massa atom dan jumlah massa proton dan elektron. Dua puluh tahun kemudian, misteri itu akhirnya terkuak, James Chadwick, seorang ilmuan Inggris berhasil menemukan partikel neutron pada tahun 1932.

Chadwick mengamati bahwa berilium yang ditembak dengan partikel α memancarkan suatu partikel yang mempunyai daya tembus yang sangat tinggi dan tidak dipengaruhi oleh medan magnet maupun medan listrik. Partikel ini diberi nama neutron. Sifat-sifat neutron adalah :
  1. Tidak bermuatan karena sinar neutron dalam medan listrik ataupun medan magnet tidak dibelokkan ke kutub positif dan negatif.
  2. Mempunyai massa yang hampir sama dengan massa atom, yaitu 1,675 x 10-24 g atau 1,0087 sma.

Refrensi 

Buku Chemistry (Yudhistira Year X)


Read More 0 komentar


 

© 2010 Belajar is Fun All Rights Reserved Thesis WordPress Theme Converted into Blogger Template by Hack Tutors.info